Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Abdya

Dia bagaikan Anak Bagi Kami (Siamang)

"Si Coki dah seperti anak bagi bu nurma tu, sangat berbeda dengan wanita lainnya hampir semua peliharaannya sangat dia sayangi, dengan kucing juga dia berbicara layaknya manusia apa lagi dengan si Coki" Coki adalah nama pemberian dari keluarga Pak Hasan kepadan siamang jenis tangan putih # # # # Keluarga Pak Hasan bersama isterinya Bu Nurma merupakan keluarga petani di Gunong cut di Aceh Barat Daya. Sehari harinya keluarga ini menjalani rutnitas sebagai petani di kaki gunung untuk mencukupi nafkah untuk anak anaknya yang masih menduduki bangku sekolah menengah atas di kabupaten yang berjuluki Nanggroe Breuh Sigupai. Pak Hasan dan Bu Nurma becengkrama dengan coki sembari mengoles beda kepada si Coki Namun ada yang beda dari keluarga lainya didesa tersebut, warga juga sudah terbiasa dengan pemandangan yang jarang terlihat di desa manapun. Kegiatan aneh tersebut terlihat bila siang hari dimana keluarga Pak hasan terutama isterinya sedang duduk berdua dengan Coki....

Minum Kopi Sambil Belajar Kopi

Cerita kali ini tentang membuat dan menikmati kopi dengan teknik V60 untuk pertama kali dalam sepanjang perjalanan seruput kopi. Sore itu bermula dari percakapan di Whatsaps (WA) sama sahabat saya, namanya Aldie pada hari pertama dibulan Oktober 2017. Aldie : Dimana ? saya    : Dijalan ni, lu dimana ? Aldie : Di Wkwk Land ni ! saya    : Dimana tu tempat ? Aldie : Di bundaran kota Blangpidie. saya    : Oke gua kesana skrg ! Dengan kecepatan 40 kmh/jam saya mengendarai sepeda motor dijalan kota blangpidie, namun saat menuju kelokasi yang dikasih tahu sama sikawan, ada yang menjanggal dipikiran dan bertanya sendiri didalam hati.  "Wkwk land ? Tempat apa tu ?!" umpat dalam hati. Kurang dari 10 menit saya sudah sampai di bundaran Kota Blangpidie, dalam kebingungan saya masih melirik kawasan sekitar karena belum tahu dimana lokasi yang dimaksud tadi. Dari kejauhan terdengar teriakkan nama saya dari sudut jalan Asrama TNI Kodim 0110 Ab...

Teuku Peukan (Hero of Abdya)

Kota Blangpidie (enda Chymenks) Kabupaten Aceh Barat Daya adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia.  Kabupaten ini resmi berdiri setelah disahkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2002. Kabupaten yang sering disingkat dengan singkatan "ABDYA" ini merupakan kabupaten hasil kerja keras para tokoh pendiri kabupaten ini. Aceh Barat Daya sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan bukanlah merupakan ekses dari reformasi pada tahun 1998 semata. Meskipun perubahan pemerintahan nasional saat itu mempercepat pemekaran tersebut, namun wacana untuk pemekaran itu sendiri sudah berkembang sejak sekitar tahun 1960-an. Kabupaten ini memiliki banyak sebutan salah satunya "Bumoe Teungku Peukan" Teungku Peukan Lahir tahun 1886, Manggeng, Aceh Barat Daya dan meninggal 11 September 1926, Blangpidie, Aceh Barat Daya, tempat peristirahatan/makam Almarhum di halaman Masjid Jami' Baitul Adhim Blangpidie Teungku Peukan...

Ceuraceu Kreung Batee

Aceh Barat Daya (Abdya) tidak hanya memiliki pemadangan laut yang indah seperti Pantai Bali, atau Pulau Gosong. Selain objek wisata tersebut, ada satu lagi tempat wisata tersembunyi di Aceh Barat Daya tempat tersebut ialah "Ceuraceu" atau Air terjun Ceuraceu. Lokasi Air Terjun Ceuraceu Krueng Batee dekat jika kita berangkat dari Blangpidie, kalian harus menempuh perjalanan selama 15 menit dengan menggunakan roda dua. saat kalian ingin kesana selain melewati kalian akan melewati hutan yang penuh dengan tanjakan dan turunan namun indah kawan. Tidak hanya itu, kita juga akan akan berpas-pasan dengan sungai kecil dan perkebunan warga. *jangan terlalu fokus ketempat tujuan coba sedikit nikmati jalannya pasti ada juga yang indah (Perjalanan adalah proses tujuan adalah bunos) Perjalanan ke Ceuraceu menang cukup melelahkan, mereka yang suka berpetualang, suasana alam dan kondisi jalan untuk tiba ke air terjun ini sunggguh menarik tiap langkah menelusuri hutan tersebut. ...

Rapai Geleng (Syiar Agama & Tari)

Rapa'i Geleng adalah sebuah tarian etnis Aceh yang berasal dari wilayah Aceh Bagian Selatan tepatnya Manggeng, yang sekarang masuk kawasan Kabupaten Aceh Barat Daya. Rapa'i Geleng dikembangkan oleh seorang anonim di Aceh Selatan. Permainan Rapa'i Geleng juga disertakan gerakan tarian yang melambangkan sikap keseragaman dalam hal kerjasama, kebersamaan, dan penuh kekompakan dalam lingkungan masyarakat. Tarian ini mengekspresikan dinamisasi masyarakat dalam syair yang dinyanyikan, kostum dan gerak dasar dari unsur Tari Meuseukat. Jenis tarian ini dimaksudkan untuk laki-laki. Biasanya yang memainkan tarian ini ada 12 orang laki-laki yang sudah terlatih. Syair yang dibawakan adalah sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana hidup bermasyarakat, beragama dan solidaritas yang dijunjung tinggi. Fungsi dari tarian ini adalah syiar agama, menanamkan nilai moral kepada masyarakat, dan juga menjelaskan tentang bagaimana hidup dalam masyarakat sosial. Rapa'i Geleng p...

Pantai Ujung Manggeng

Lagi, lagi dan lagi Pantai........ !!!! Pantai Ujong Manggeng ialah salah satu destinasi wisata unggulan yang begitu terjaga keindahannya dan keasriannya. Pantai ini juga menjadi perbatasan negeri "breuh Sigupai" antara kota naga (Aceh Selatan) yang membuat nama pantai ini disebuti Pantai Ujung manggeng. Pantai Ujung Manggeng yang terletak di Desa Sejahtera, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, hanya berjarak berjarak 18 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 25 menit dari kota Blangpidie. Pantai indah yang berpasir keabuan-abuan nampak begitu serasi dengan pepohonan cemara, Hembusan angin dan hempasan air laut membuat suasana pantai ini begitu nyaman. Kondisi jalan yang mulus begitu nyaman untuk berkunjung saat akhir pekan bersama keluarga. Pantai yang eksotis ini, memiliki pesona yang benar-benar luar biasa. Sayang rasanya  

Rateb Meuseukat (Syiar Agama & Tari)

  Rateeb Meuseukat tarian Aceh yang berasal dari Aceh Barat Daya. Nama Rateb Meuseukat berasal dari bahasa Arab yaitu rateb asal kata ratib artinya ibadah dan meuseukat asal kata sakat yang berarti diam. Tari Rateb Meuseukat ini diciptakan gerak dan gayanya oleh salah satu anak tokoh ulama yaitu Teungku Abdurrahim alias Habib Seunagan (Nagan Raya), sedangkan syair atau ratebnya diciptakan oleh Teungku Chik di Kala, seorang ulama di Seunagan yang hidup pada abad ke XIX. Isi dan kandungan syairnya terdiri dari sanjungan dan shalawat kepada Allah SWT dan Nabi. Dimainkan oleh sejumlah anak perempuan dengan pakaian adat Aceh, tari ini banyak berkembang di Meudang Ara Rumoh Baro di Kabupaten Aceh Barat Daya. Pada mulanya Rateb Meuseukat dimainkan sesudah selesai mengaji atau pelajaran agama malam hari dan juga hal ini tidak terlepas sebagai media dakwah. Permainannya dilakukan dalam posisi duduk dan berdiri. Pada akhirnya juga permainan Rateb Meuseukat itu dipertunju...

Jruek Drien (Tempoyak)

Ini ngomongin makanan yang asem asem dikit, boleh lah ya !!! Di Aceh, banyak sajian rasa yang disajikan, salah satunya gulai Jruek Drien, tapi kita bahan bahan gulai ini saja. Jruek drien ialah durian yang difermentasikan hingga membuat durian tersebut masam (asem) bila dicicipi. hanya ada di Aceh Selatan dan Abdya, daerah sumatra bagian barat juga mengenal bahan makanan ini dengan nama Tempoyak. Dikala panen durian, masyarakat kerap kali membuat masakan gulai Jruek drien. Jika dilihat dari bahannya gulai ini hampir sama dengan gulai lainnya ataupun sama dengan gulai pliek u (Gulai ciri khas Aceh) Sebab, gulai ini menggunakan daun-daunan dan santan sebagai bahan utamanya, Bedanya untuk gulai jruek drien ditambahkan asam durian sebagai bahan utama. kalau ke Aceh kalian bisa dapatkan ini di pasar mana pun, dan jangan lupa tanyain resep makanan apa aja yang bisak untuk dimasak dengan bahan "jruek drien". jangan bingung :) kan saya sudah bilang warga Aceh sanga...

Sejenak di Pantai Bali

Khususnya Aceh Barat daya tak hentinya membuat para pengunjung lelah menikmati keindahan alam. Laut berikan keindahan tersendiri begitu pula dengan daratannya, semua merupakan sebagian dari keagungan yang dinampakkan oleh-Nya Pantai Bali, merupukan destinasi wisata pantai yang ada di kecamatan Susoh kabupaten Aceh Barat Daya. Pepohonan yang  menghijau di sana memberi kesejukan mata memadang, berjalan ditepian pantai seperti memanjakan kaki bak ibarat pijitan manja dari alam. Pantai bali sebutannya, perihal apa warga menyebut dan menamakan pantai tersebut, saya nggak tahu juga kawan. :D setiap hari ada saja orang mendatangi tempat tersebut, jika kamu hendak berkunjung ada bisa datang kepantai tersebut, pantai tersebut terletak di desa Palak Kerambil di kecamatan Susoh kabupaten Aceh Barat Daya tidak jauh dari kota Blangpidie.

Mie kocok Abdya

Kali ini ngomongin tentang makanan, mumpung lapar saya coba dulu ntar kalian nyusul saja :D "Mie Kocoknya ya bang !!!" Begitu suara fals saya saat menyeru abang becak, Haaahaha Bukan begitu juga kali manggilnya, itu cara saya memesan makanan khas Abdya yang satu ini. Sembari menunggu pesana saya jepret lagi pemandangan sekitar, Akhirnya pesanan sampai nah ini dia obat lapar sore ini,. Sekilas mie tersebut terlihat seperti mie putih entah apa bisa disebut dengan mie kocok. entah cara penyajiannya dikocok entah cara makannya yang dikocok !!! Mie putih itu sebenarnya adalah mi tiaw atau kuetiaw yang terbuat dari tepung kanji atau tapioca dan berwarna putih. Kalau kuetiaw biasanya disajikan setelah digoreng, maka mi putih ini disantap dengan kuah kaldu dan sedikit campuran ayam yang telah dicincang.....sudah kebayang atau belum ? saya bagi tahu saja sejararahnya sama kalian, Pada jaman dahulu kala (tahun 1960), Seorang pria asal Abdya merantau ke negeri ...

Silahturahmi dengan beradu burung (Adu Balam)

Nanggroe Aceh Darussalam Sebutan bagi provinsi Bagian ujung barat indonesia, Aceh meliki ragam adat budaya dan tradisi, salah satunya Adu Balam. Adu balam adalah Adu burung Tekukur, selain di aceh kegiatan yang menjadi tradisi ini ada juga di Sumatera Barat (orang tahunya Padang ama bukit tinggi), namun di Aceh khususnya di Nanggroe Breuh Sigupai ini dilakukan pada hari minggu saja, tepatnya di desa kota Bahagia, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya. Masyarakat setempat menjadikan tradisi unik ini untuk menjalin hubungan silahturahmi sesama warga dari kabupaten lainnya, burung tekukur atau derkuku, atau disebut juga burung balam dijadikan sebagai petarung layaknya adu ayam jago. Pertarungannya dilakukan  didalam Rangkang (sangkar besar yang menampung beberapa orang saja), Burung di adu dialamnya dan yang dinyatakan kalah apabila burungnya sudah tidak mau lagi bertempur dan yang lari dan terbang meninggalkan rangkang juga dinyatakan kalah lo. Pada ...

Hulu Sungai Putroe Aloh

kali ini saya bagi sedikit rekomendasi salah satu tempat yang asik buat kalian datangi, salah satu objek wisata yang tak kalah indah juga. Putroe Aloh, warga mengenal tempat ini dengan sebutan Pucoek Kreung, Objek wisata ini terletak di desa Alue Seulaseh, kecamatan Jeumpa (Abdya) karena Krueng (sungai) yang ada di area ini terletak di hulu (Pucok : hulu, Krueng : sungai). Sedangkan pemberian nama lain dari Pucoek Krueng ialah  wisata air Putroe Aloeh, kisahnya tidak jauh berbeda dengan cerita Malem Diwa dan 7 putri kayangan (Cerita rakyat Aceh) atau Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari (cerita rakyat Jawa). Wisata alam di Pucok Krueng atau putroe Aloeh ini sangat alami dan asri betul. Buat kalian yang ingin datang kesini langsung saja datang, tidak dipungut biaya lo, tak jauh dari kota Blangpidie (Ibu kota Aceh Barat Daya) hanya 10 kilometer dari kota, Tepat di Desa Alue Sungai Pinang, langsung saja masuk ke dalam sampai kekaki gunung desa tersebut. A...

Pulau Gosong (Pusong)

Didaerah tanah kelahiran saya terdapat satu satunya pulau, disana tidak ada penduduk maklum luasnya saja cuma 1 hektar akan tetapi ragam keindahan dan kejutan dari pulau ini, asyik untuk dikunjungi apalagi air lautnya, trumbu karangnya dan juga ikannya, rekomended banget buat diver dan para maniak mancing. Nama pulau ini tidak sepadan dengan keindahan yang terkandung luar dan dalam pulau ini. Surga kecil ini bernama Pulau GOSONG, begitulah sebutan pulau tersebut bagi warga Aceh Barat Daya. Untuk menuju kesini memang belum ada transpotasi khusus, kalian harus menyewa boat atau kapal kesini, cuma merogoh kocek 50 sampai 100 ribu untuk sampai kesini (tergantung nego). Buat bekal kalian harus siapin sendiri dari rumah, seperti saya katakan tidak ada penduduk jadi artinya tidak ada pasar, kios atau rumah makan padang.........hehehehe Ciri khas yang paling unik di "Gosong" tersebut juga kalian dapati jika kalian pergi kesana, nih sedikit bocoran buat kalian yang pena...