Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kuliner

Kopi Meubalek,kopi khas dari Meulaboh

Kopi tubruk adalah minuman kopi dari Indonesia yang dibuat dengan mendidihkan biji kopi. Kopi ini memiliki kesamaan dengan kopi dari Turki dan Yunani dalam hal kepekatannya. Resep dari kopi tubruk ini dibawa oleh pedagang dari Timur Tengah ke Indonesia. Di Timur Tengah, kopi tubruk ini dikenal sebagai "kopi lumpur".  Kopi tubruk merupakan cara termudah dalam menghidangkan kopi. Hal utama yang harus diperhatikan dalam membuat kopi tubruk adalah air yang digunakan haruslah benar-benar panas karena apabila tidak maka akan ada biji kopi yang tersisa. Namun ada satu cara menikmati secangkir kopi tubruk di Meulaboh, terlihat aneh memang, tapi begitu adanya. penasaran kamu mencobanya ??? "Kopi Meubalek"  kopi tubruk dengan gelas terbalik, sekilas memang aneh namun itu hal nyata bila kamu menyeruput kopi tubruk di kota perjuangan ini, tidak tahu awal mula tapi sejarah berkembang kopi tersebut sangat logis jika didengar. seorang warga Meulaboh men...

Keukarah, Penganan Adat dari Barat Selatan Aceh

Keukarah atau karah adalah penganan terbuat dari campuran tempung dan santan berbentuk lembing dengan ukuran yang bervariasi, ada yang kecil seukuran tangan orang dewasa ada yang sampai seukuran piring nasi.  Kue ini adalah salah satu jajanan khas Aceh mirip serabut kelapat mulai warna dan teksturnya atau sarang burung yang terbuat dari jerami. Rasanya sangat gurih, renyah, manis, garing, dan rapuh.  Kue Karah sangat khas bagi masyarakat Aceh, ada yang kurang bila penganan ini tidak ada dikala acara adat di Aceh khususnya Aceh Barat dan Nagan Raya. oleh karena itu kue ini sering dijumpai pada pernikahan sebagai hantaran atau pulangan dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan begitu juga sebaliknya.  Selain itu menjelang hari raya atau acara adat dan Kenduri Aceh,kue ini juga tak pernah absen dalam penyajian kudapan. menyambut tamu juga tak luput dari hidangan kue Karah. Kue Karah bisa kamu dapati Aceh Barat, hampir sepanjang jalan sebelum memasuki...

Minuman itu "Cagruk" namanya !

"Mak, loen  got tat hawa keuneuk pajoeh Cagruk sibungoh mak". yang artinya, Mak saya sangat ingin makan "Cagruk" besok. Semasa kecil di usia saya masih 8 tahun saya sering sekali minum cagruk bersama ibu dan saudara laki-laki terlebih saat hari minggu tiba, kami sekelurga kerap menyajikan minuman tersebur saat berkumpul, tinggal diruma sewaan sederhana milik Mak Tuo di desa Gadang, Aceh Barat Daya, tidak banyak lagi kenangan yang saya miliki sekarang tapi jika mengingat minuman satu itu, bias kenangan seolah nyata terasa dibenak. masih dengan polosnya diri semasa kecil kerap kali saya melontarkan pertanyaaan apa itu Cagruk ?, yang sampai saat ini saya belum mendapatkan arti dari sebuah kata Cagruk, namun minuman itu terasa enak dilidah ketika saya meminunya bersama keluarga dikala rintikkan hujan membasahi loteng rumah, seolah mendung tak henti henti meredupkan sore itu dan terasa hangat suasana keluarga kami dengan suguhan cerita perjalanan hidup ib...

Jruek Drien (Tempoyak)

Ini ngomongin makanan yang asem asem dikit, boleh lah ya !!! Di Aceh, banyak sajian rasa yang disajikan, salah satunya gulai Jruek Drien, tapi kita bahan bahan gulai ini saja. Jruek drien ialah durian yang difermentasikan hingga membuat durian tersebut masam (asem) bila dicicipi. hanya ada di Aceh Selatan dan Abdya, daerah sumatra bagian barat juga mengenal bahan makanan ini dengan nama Tempoyak. Dikala panen durian, masyarakat kerap kali membuat masakan gulai Jruek drien. Jika dilihat dari bahannya gulai ini hampir sama dengan gulai lainnya ataupun sama dengan gulai pliek u (Gulai ciri khas Aceh) Sebab, gulai ini menggunakan daun-daunan dan santan sebagai bahan utamanya, Bedanya untuk gulai jruek drien ditambahkan asam durian sebagai bahan utama. kalau ke Aceh kalian bisa dapatkan ini di pasar mana pun, dan jangan lupa tanyain resep makanan apa aja yang bisak untuk dimasak dengan bahan "jruek drien". jangan bingung :) kan saya sudah bilang warga Aceh sanga...

Mie kocok Abdya

Kali ini ngomongin tentang makanan, mumpung lapar saya coba dulu ntar kalian nyusul saja :D "Mie Kocoknya ya bang !!!" Begitu suara fals saya saat menyeru abang becak, Haaahaha Bukan begitu juga kali manggilnya, itu cara saya memesan makanan khas Abdya yang satu ini. Sembari menunggu pesana saya jepret lagi pemandangan sekitar, Akhirnya pesanan sampai nah ini dia obat lapar sore ini,. Sekilas mie tersebut terlihat seperti mie putih entah apa bisa disebut dengan mie kocok. entah cara penyajiannya dikocok entah cara makannya yang dikocok !!! Mie putih itu sebenarnya adalah mi tiaw atau kuetiaw yang terbuat dari tepung kanji atau tapioca dan berwarna putih. Kalau kuetiaw biasanya disajikan setelah digoreng, maka mi putih ini disantap dengan kuah kaldu dan sedikit campuran ayam yang telah dicincang.....sudah kebayang atau belum ? saya bagi tahu saja sejararahnya sama kalian, Pada jaman dahulu kala (tahun 1960), Seorang pria asal Abdya merantau ke negeri ...